kh08m.com

belajarlah tiap hari untuk peningkatan diri
Ads

Pengawas ujian nasional

peserta ujianSetelah menunjukkan naskah soal dalam keadaan disegel sangat rahasia kepada peserta ujian, aku membuka segel sangat rahasia, membuka kemasan dari plastik, membuka kemasan dari kertas dengan memanfaatkan silet yang disediakan panitia, kemudian menyerahkan kepada temen agar membagikan naskah pada peserta ujian sementara aku akan membacakan tata tertib peserta ujian.

Membacakan tata tertib peserta ujian adalah kewajibanku sebagai pengawas ujian agar peserta ujian tahu informasi mengenai tata tertib peserta ujian nasional. Membaca tata tertib cukup hari pertama yaitu hari senin tanggal 15 April 2013, sedangkan 3 hari berikutnya tidak harus dibacakan. Tata tertib peserta ujian sebanyak 16 item, ketika membaca item yang ke empat yaitu “Tas, buku, dan catatan dalam bentuk apapun dikumpulkan di dalam ruang kelas di bagian depan” peserta ujian secara spontan memindahkan tas dan buku yang berada di meja ke dinding bagian belakang ruang kelas. Aku biarkan saja meskipun di tata tertib diminta di minta di bagian depan. Aku melanjutkan membaca tata tertib, ketika membaca pada item yang ke 14 aku baca 2 kali. Dan setelah item yang ke 16 aku persilahkan peserta ujian mengerjakan atau mengisi pada lembar jawaban. Aku lihat temanku sudah selesai membagikan naskah soal.

Yang dilakukan peserta ujian pertama kali adalah memisahkan lembar jawaban dari naskah soal. Kemudian mengisi isian atau identitas peserta ujian pada lembar jawaban. Selanjutnya setelah waktu yang telah ditentukan dalam pelaksanaan ujian yang ditandai dengan bel, peserta ujian membaca naskah soal dan mengisi lembar jawaban.

Permasalahan dari petugas pengawas ujian biasanya menulis nomor peserta ujian pada berita acara. Menulis nomor peserta ujian pada dua tempat yaitu daftar hadir dan berita acara. Menulis nomor peserta ujian di daftar hadir tidak bermasalah karena tempat yang disediakan sesuai, sementara tempat yang disediakan untuk menulis di berita acara sedikit bermasalah karena jika ditulis lengkap tempat tidak mencukupi. Tahun ini permasalahan ini aku alami, kebijakan panitia di hari pertama dengan menulis 12.345.678.9 s/d 12.345.678.9, pada hari kedua  12.345.678.9, 678, 678, 678 sampai sejumlah peserta ujian yang terakhir 12.345.678.9.

panitia un sekolahPencerahan kepada pengawas ruang oleh panitia dilakukan tiga kali. Pertama dari panitia kabupaten yaitu seluruh pengawas dikumpulkan bersama. Kedua dari panitia sekolah pengirim pengawas ruang atau sekolah dimana pengawas ruang mengajar. Ketiga dari panitia penyelenggara satuan pendidikan yaitu 15 menit sebelum masuk ruang ujian, tiap hari. Pencerahan berupa informasi baru maupun evaluasi pelaksanaan pengawas hari kemarin yang dilanjutkan dengan kebijakan atau kesepakatan dalam melaksanakan apa yang harus dilaksanakan oleh pengawas.

Yang membuat ringan pengawas berkaitan dengan tugas pengawas pada tata tertib pengawas item a nomor 8-11 yaitu mewajibkan peserta menuliskan identitas pada lembar jawaban. Hal ini karena sekolah dimana peserta ujian melaksanakan ujian nasional, sudah melaksanakan latihan ujian ( tray out) sehingga pengawas tinggal ceking ketika mengambil lembar jawaban setelah peserta selesai mengerjakan. Yang sering terjadi tanggal lahir ditulis dengan tanggal ujian. Ditempat dimana aku mengawas ruang ujian, tidak ada masalah. Hari kedua aku dengar ditempat lain ada peserta ujian lupa menulis namanya, namun sudah dibetulkan sebelum lembar jawaban masuk amplop.

Peserta ujian terbiasa mengisi lembar jawaban karena program yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikannya. Seperti sekolah dimana aku mengajar, tray out yang dilaksanakan sebanyak 5 kali. Hal ini berkaitan dengan sasaran mutu yang ditetapkan oleh sekolah berkaitan dengan hasil ujian nasional. Sasaran mutu dari sekolah dimana aku mengajar adalah “Nilai mata pelajaran yang diujinasionalkan mencapai nilai 7,00 sebanyak 80% siswa”. Untuk mencapai sasaran mutu tersebut sekolahku menggunakan 3 strategi yaitu (1) memberikan tambahan jam selama 5 bulan dan (2) dilanjutkan melaksanakan tray out atau latihan ujian 5 kali dan (3) dilaksanakan istighosa atau doa bersama.

Menunggu peserta ujian mengerjakan pekerjaannya selama dua jam merupakan pekerjaan yang membutuhkan kesabaran. Memperhatikan terus peserta ujian yang sedang membaca, berfikir, mengambil keputusan untuk memilih salah satu jawaban yang tepat sepertinya kurang bijaksana. Aku  harus menjaga kondisi psikologis mereka, kondisi seseorang yang melaksanakan ujian berbeda dengan kondisi biasa. Kadang berbicara dengan teman pengawas, namun berbicara akan mengeluarkan suara. Suara memungkinkan mengganggu konsentrasi peserta ujian. Pembicaraan dengan teman pengawas perlu dibatasi waktu dan volume suaranya. Juga mengurangi berjalan untuk kemanapun di ruang kelas, karena itu akan mengganggu konsentrasi peserta ujian. Peserta ujian adalah pelanggan yang harus dilayani kebutuhannya sehingga mereka puas menikmati produk jasa pendidikan yang mereka beli. Adalah resiko pengawas ujian sebagai profesinya apabila dalam melaksanakan tugas kepengawasan ujian nasional merasakan hal hal demikian.

Pengawas ujian nasional merupakan salah satu implementasi tugasku sebagai guru. Karena salah satu tugas guru adalah mengevaluasi peserta didik, seperti yang didefinisikan pada undang undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Tugas pengawas ujian nasional pada dasarnya melayani peserta ujian nasional dalam melaksanakan ujian nasional. Ujian Nasional adalah kegiatan pengukuran dan penilaian pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pengawas ujian dalam melaksanakan tugas kepengawasan, petugas diatur dalam pos un 2013. Ketentuan Pengawas Ruang UN : (1) Perguruan Tinggi menetapkan pengawas ruang di satuan pendidikan SMA, MA, dan SMK berdasarkan usulan dari Dinas Pendidikan dan Kankemenag kabupaten/kota sebagai penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota; (2) Pengawas ruang untuk UN SMA/MA dan SMK dilakukanoleh guru SMA/MA dan SMK yang diatur secara silang; (3) Penyelenggara Tingkat Kabupaten/Kota menetapkan  pengawas ruang di satuan pendidikan SMP, MTs, SMPLB, dan SMALB; (4) Pengawas ruang untuk UN SMP/MTs dilakukan oleh  guru SMP/MTs yang diatur secara silang; (5) Pengawas ruang harus dalam keadaan sehat dan sanggup mengawas ujian nasional dengan baik; (6) Pengawas Ruang UN Pendidikan Kesetaraan adalah pendidik pada SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK, Pondok Pesantren, SKB, BPKB, PKBM, dan BPPNFI yang memenuhi persyaratan sebagai Pengawas UN Pendidikan Kesetaraan; (7) Pengawas ruang adalah guru yang mata pelajarannya tidak sedang diujikan; (8) Pengawas ruang adalah guru yang memiliki sikap dan perilaku disiplin, jujur, bertanggung jawab, teliti, dan memegang teguh kerahasiaan; (9) Pengawas ruang harus menandatangani surat pernyataan bersedia menjadi pengawas ruang sesuai dengan ketentuan yang berlakudan harus hadir 45 menit sebelum ujian dimulai di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara UN; (10)  Pengawas ruang tidak diperkenankan untuk membawa alat komunikasi elektronik ke dalam ruang ujian; (11) Penempatan pengawas ruang ditentukan dengan sistem silang dalam satu kabupaten/kota; (12) Setiap ruangan diawasi oleh dua orang pengawas.

Tata Tertib Pengawas Ruang UN : (1) Persiapan UN: a. Empat puluh lima (45) menit sebelum ujian dimulai pengawas ruang telah hadir di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara UN; b. Pengawas ruang menerima penjelasan dan pengarahan dari ketua penyelenggara UN; c. Pengawas ruang menerima bahan UN yang berupa naskah soal UN, amplop pengembalian LJUN, daftar hadir, dan berita  acara pelaksanaan UN; d. Pengawas ruang memeriksa kondisi bahan UN dalam  keadaan baik (masih tersegel); (2) Pelaksanaan UN : a. Pengawas masuk ke dalam ruang UN 20 menit sebelum waktu pelaksanaan untuk melakukan secara berurutan: 1) memeriksa kesiapan ruang ujian; 2) mempersilakan peserta UN untuk memasuki ruang dengan menunjukkan kartu peserta UN dan meletakkan tas di  bagian depan serta menempati tempat duduk sesuai dengan nomor yang telah ditentukan; 3) memeriksa dan memastikan setiap peserta UN hanyamembawa bulpen, pensil, penghapus, penajam pensil, dan penggaris yang akan dipergunakan ke tempat duduk masing-masing; 4) memeriksa dan memastikan amplop soal dalam keadaan tertutup rapat (tersegel), membuka amplop soal, disaksikan oleh peserta ujian; 5) membacakan tata tertib UN; 6) membagikan naskah soal UN dengan cara meletakkandi atas meja peserta dalam posisi tertutup (terbalik); 7) memberikan kesempatan kepada peserta UN untuk mengecek kelengkapan soal; 8) mewajibkan peserta untuk menuliskan nama dan nomor ujian pada kolom yang tersedia di halaman 1 (satu) naskah soal dan LJUN sebelum dipisahkan; 9) mewajibkan peserta ujian untuk memisahkan LJUN dengan naskah; 10) mewajibkan peserta ujian untuk melengkapi isianpada LJUN secara benar; 11) memastikan peserta UN telah mengisi identitas dengan benar sesuai dengan kartu peserta; dan 12) memastikan peserta ujian menandatangani daftar hadir. b. Setelah tanda waktu mengerjakan dimulai, pengawas ruang UN: 1) mempersilakan peserta UN untuk mulai mengerjakansoal; 2) mengingatkan peserta agar terlebih dahulu membaca petunjuk cara menjawab soal. c. Kelebihan naskah soal UN selama ujian berlangsung tetap disimpan di ruang ujian dan tidak diperbolehkan dibaca oleh pengawas ruangan; d. Selama UN berlangsung, pengawas ruang UN wajib: 1) menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang ujian; 2) memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan; serta 3) melarang orang memasuki ruang UN selain peserta ujian. e. Pengawas ruang UN dilarang merokok di ruang ujian, memberi isyarat, petunjuk, dan bantuan apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban dari soal UN yang diujikan; f. Lima menit sebelum waktu UN selesai, pengawas ruang UN memberi peringatan kepada peserta UN bahwa waktu tinggal lima menit; g. Setelah waktu UN selesai, pengawas ruang UN: 1) mempersilakan peserta UN untuk berhenti mengerjakan soal; 2) mempersilakan peserta UN meletakkan naskah soal  dan LJUN di atas meja dengan rapi; 3) mengumpulkan LJUN dan naskah soal UN; 4) menghitung jumlah LJUN sama dengan jumlah peserta UN; 5) mempersilakan peserta UN meninggalkan ruang ujian; 6) menyusun secara urut LJUN dari nomor peserta terkecil dan memasukkannya ke dalam amplop LJUN disertai dengan  satu lembar daftar hadir peserta, satu lembar berita acara pelaksanaan, kemudian ditutup dan dilem serta ditandatangani oleh pengawas ruang UN di dalam ruang ujian; h. Pengawas Ruang UN menyerahkan amplop LJUN yang sudah dilem dan ditandatangani, serta naskah soal UN kepada Penyelenggara UN Tingkat Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan disertai dengan satu lembar daftar hadir peserta dan satu lembar berita acara pelaksanaan UN.

 

Sumber bacaan :

  1. Undang undang republik indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen
  2. Badan Standar nasional pendidikan, nomor: 0020/p/bsnp/i/2013 tentang prosedur operasi standar penyelenggaraan ujian nasional tahun 2013

Post Metadata

Date
April 18th, 2013

Author
admin

Category

Leave a Reply