kh08m.com

belajarlah tiap hari untuk peningkatan diri
Ads

Materi Mengidentifikasi Dasar Bisnis Ritel

Apa Retailing itu ?
Pedagang eceran adalah perusahaan bisnis yang volume penjualannya semata berasal dari menjual secara eceran.

Ritel merupakan tahap terakhir dalam suatu saluran distribusi, yang berisi orang-orang dan bisnis yang terlibat secara fisik dalam menggerakkan dan memindahkan kepemilikan jasa dan barang barang dari produsen ke konsumen

Konsep retailing

Konsep retailing meliputi empat unsur, yaitu :

  1. Customer orientation ~ pedagang eceran menentukan atribut dan kebutuhan pelanggannya dan berusaha memuaskan kebutuhan tersebut seoptimal mungkin.
  2. Coordinated efforts ~ pedagang eceran mengitregasikan semua akktivitas dan rencana untuk memaksimalkan efisiensi
  3. Value-driven ~ pedagang eceran menawarkan nilai yang terbaik bagi pelanggan, baik pembelian eceran maupun pembelian dalam sekala besar.
  4. Goal orientation ~ pedagang eceran menetapkan target dan kemudian menggunakan strategi untuk mencapai target tersebut.

 

 Apa yang dilakukan Pengecer?

Fungsi ritel :

  1. Menyediakan beraneka macam produk, Supermarket bisa menyediakan 20ribu -30 rb macam produk yang berasal dari lebih 500 perusahaan. Menawarkan berbagai merek, ukuran, desain, warna dan harga. Ada beberapa ritel yang hanya menyediakan kelompok produk tertentu
  2. Membuka kemasan untuk contoh, Untuk mempermudah dan menjaga kualitas, sebelum dikonsumsi, produk harus dikemas dengan baik agar tidak mudah rusak. Lalu ritel menawarkan produk tersebut dalam kuantitas yang lebih kecil untuk konsumen individu & rumah tangga. Ini dinamakan breaking bulk.
  3. Kepemilikan persediaan, Salah satu fungsi pengecer adalah menyediakan produk. Dan akan tersedia ketika konsumen menginginkannya. Sehingga, konsumen hanya perlu menyimpan produk di rumah dalam jumlah kecil, karena mereka mengetahui bahwa di saat memerlukan kembali, mereka cukup pergi ke ritel.
  4. Menyediakan jasa, Pengecer menyediakan jasa yang membuat pelanggan lebih mudah dalam membeli dan menggunakan produk :
  • Ada pengeceer yang menawakan kredit
  • Pengecer memajang produknya, sehingga konsumen dapat melihat dan mengujinya sebelum membeli
  • Beberapa pengecer dilengkapi pelayan toko untuk menyediakan informasi tambahantentang produk.

 

 Menjelaskan analisa peluang pasar

Pasar ritel di Indonesia pada tahun 2003 diperebutkan oleh pengecer modern dan pengecer tradisional yang menurut perkembangan pangsanya adalah

 

 

 

 

 

 

Pasar tradisional dalam wujud warung, toko, pasar mengalami penurunan panga pasar dari 79,8 % menjadi 73,8 %. Minimarket mengalami kenaikan dari 3,4 % menjadi 5,1 %. Demikian juga hypermarket / supermarket dari 16,7 menjadi 21,1%.

Jumlah gerai di Indonesia menurut penelitian AC Nielsen, ritel moden yang mencakup hypermarket, supermarket, department store, minimarket dan minimart sebanyak 5.079 gerai. Sedangkan ritel tradisional yang mencakup warung, toko, pasar sebanyak 1.745.598 gerai.

 Mengapa Retailing begitu penting di masyarakat? (pengusaha)

Menghadapi lingkungan yang semakin kompetitif dan penuh tantangan, dunia ritel dipandang sebagai bidang bisnis yang memiliki potensi yang sangat tinggi. Karena penjualan eceran merupakan bagian pemasaran terpenting.

 

Peluang Karir dan Wirausaha apa yang ada pada dunia retailing?

Beberapa posisi karier dalam ritel  : Pemilik; pengelola ritel, pramuniaga, kasir, kepala gudang, purchase manager, customer service, security, piñata ruang, pemasok brang dagangan, manager sdm, manager keuangan, delivery service, driver dsb

Mengidentifikasi perilaku konsumen

Perilaku konsumen (consumer behavior) adalah proses yang terjadi pada konsumen ketika ia memutuskan membeli, apa yang dibeli, di mana, kapan dan bagaimana membelinya.

Setiap pembelian konsumen tercipta karena adanya needs (kebutuhan, keperluan) atau wants (keinginan) atau campuran keduanya. Contoh kebutuhan adalah ketika seseorang haus maka ia membutuhkan minuman. Contoh keinginan adalah ketika ia punya pilihan minuman tawar atau manis, minuman yang yag dingin atau biasa atau pilihan soft drink yang dingin.

Setiap konsumen mempunyai dua sifat motivasi pembelian yang saling tumpag tindih dalam dirinya, emosional dan rasional. Emosional adalah motivasi yang dipengaruhi oleh emosi berkkaitan dengan perasaan. Baik perasaan tentang keindahan, gengsi atau perasaan lainnya termmasuk iba dan marah. Rasional adalah sikap belanja rsional dipengaruhi oleh alasan rasional dalam pikiran seorang konsumen.

Perilaku konsumen berbelanja ditempat belanja, dibedakan menjadi dua orientasi, yaitu orientasi belanja adalah belanja dan orientasi rekreasi. Orientasi konsumen  belanja adalah belanja disebabkan karena konsumen ketika belanja di  pusat perbelanjaan seperti pasar, mall, plaza atau trade center dipengaruhi oleh Sifat rasional yang kuat. Sehingga tujuan belanja adalah mencari barang yang dibutuhkan atau diinginkan. Sedangkan orientasi konsumen  adalah rekreasi akan mencari pusat perbelanjaan yang menyenangkan. Konsumen beranggapan bahwa belanja ya belanja tapi akan lebih baik jika dalam suasana yang menyenangkan.

Factor factor yang mempengaruhi konsumen dalam membuat keputusan membeli antara lain: Faktor Kebudayaan [Budaya (culture), Sub Budaya(Sub-Cultural), dan Kelas Sosial (Social Class)]; Faktor Sosial [Kelompok Referensi (Reference Group), Keluarga (Family), Peranan dan stasus (Role & Status)]; Faktor Pribadi [: Usia dan Tahap Siklus Hidup (Age dan Cycle), Pekerjaannya (Occupation), dan Keadaan Ekonomi (Economic Condition)]; dan Gaya Hidup (Life Style).

 

Pustaka :

  1. Hendri Ma’ruf, Pemasaran Ritel, PT Gramedia Pustaka, Jakarta, 2006
  2. Retailing management, Michael levy – barton A. Weitz dalam Mengenal Dunia Ritel, mumuh Mulyana Mubarak, SE
  3. Retailing management, a strategic approach Barry berman – joel R. Evan  dalam Mengenal Dunia Ritel, mumuh Mulyana Mubarak, SE

Post Metadata

Date
November 15th, 2012

Author
admin

Category

Leave a Reply