Profesi Bidang Pemasaran

Secara umum, arti profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan atau keterampilan khusus, sehingga orang yang memiliki pekerjaan tersebut harus mengikuti beberapa pelatihan agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik.
Orang-orang yang bekerja di bidang tertentu biasanya disebut profesional, yaitu seseorang yang memiliki pengalaman teknis di bidang tertentu. Misalnya dokter, arsitek, pengacara, akuntan, tentara, desainer, dll.
Lalu bagaimanakah profesi bidang pemasaran ?
Ternyata Profesi marketing sangatlah penting pada sebuah perusahaan karena jika suatu perusahaan tidak ada seorang marketing maka perusahaan itu akan mengalami kebangkrutan, karena seorang marketing memiliki peranan penting agar seuatu perusahaan bisa berkembang dengan baik.
Berikut adalah jenis-jenis pekerjaan di bidang marketing
1 Brand Marketing
Pekerjaan di bidang ini fokus pada menjaga public image yang dimiliki suatu perusahaan agar terus baik di hadapan masyarakat. Kemampuan yang dibutuhkan adalah komunikasi yang baik, public relations (hubungan masyarakat), serta brand management.
2 Product Marketing
Pekerjaan yang dilakukan seputar bagaimana suatu produk, layanan atau perusahaan dipromosikan. Maka dari itu, kamu perlu menguasai perencanaan strategi serta cara komunikasi yang baik.
3 Digital Marketing
Pekerjaan meliputi pemasaran yang dilakukan di ranah digital Contohnya adalah Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM) Social Media Marketing, dan lainnya. Kemampuan yang dibutuhkan ada beragam. Tapi, semuanya memiliki kesamaan, yakni pemahaman tinggi seputar platform yang digunakan serta tren yang sedang ada di masyarakat.
4 Content Marketing
Pemasaran yang dilakukan adalah lewat pembuatan konten yang relevan bagi calon pelanggan. Untuk melakukan ini, kamu harus memiliki kemampuan dalam pembuatan konten, kemampuan menulis yang andal, serta cara komunikasi yang baik.
5 Graphic Designer
Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembuatan desain atau konten visual untuk mendukung proses pemasaran. Umumnya, para graphic designer wajib menguasai aplikasi desain dan memiliki referensi yang tinggi terkait konten visual.
Sumber :
Devie Puspitasari, Dasar dasar Pemasaran, Kementerian Pendidikan,Kebudayaan Riset dan Teknologi Jakarta, 2021

Jenis model bisnis

Model bisnis juga merupakan salah satu inti utama dari perusahaan karena sebuah perusahaan harus memiliki cara untuk mendapatkan profit yang digunakan untuk bertahan hidup dan juga dapat digunakan untuk investasi jangka panjang
Terdapat banyak jenis model bisnis dalam dunia digital, yaitu:
1 Brokerage/Marketplace
Model bisnis ini pada intinya menghubungkan penjual dan pembeli pada satu tempat. Brokerage atau lebih modern disebut marketplace akan mendapatkan keuntungan dari biaya layanan penggunaan
platform, komisi penjualan, maupun jasa iklan untuk penjual.Model bisnis ini mengarahkan upaya bisnis untuk mengumpulkan sebanyak- banyaknya penjual dan pembeli. Contoh yang paling umum di Indonesia seperti: Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan lain sebagainya.
2 Advertising
Model bisnis ini menghubungkan para pemasang iklan dengan pemilik media. Dalam digital, seringkali pemilik media juga mempunyai model bisnis advertising untuk menyediakan iklan langsung ke platformnya. Model bisnis ini mendapatkan keuntungan dari persentase komisi menjual iklan, atau biaya iklan jika memiliki platform media. Contoh perusahaan yang menggunakan model ini adalah Google dengan Google Ads, Facebook dan Instagram dengan Facebook Ads, serta beberapa marketplace seperti Shopee dengan Shopee Iklanku.
3 Infomediary
Model bisnis ini menghubungkan konsumen dengan kurasi informasi yang bersifat spesifik dan bernilai. Model bisnis ini mendapatkan keuntungan dari biaya langganan atau biaya akses.Model ini mengandalkan kualitas dari kurasi informasi yang disediakan, semakin berkualitas atau bermanfaat maka semakin mahal harga yang ditawarkan. Contoh perusahaan yang memakai model bisnis ini adalah Kompas dengan kompas.id dan Bloomberg dengan Bloomberg Terminal.
4 Merchant
Model bisnis ini sama seperti model bisnis yang sudah ada sebelum era digital, namun perbedaannya terletak pada pemanfaatan digital sebagai saluran distribusi dan pemasaran. Model bisnis ini mendapatkan keuntungan dari penjualan produk yang dihasilkan.
5 Manufacturer
Model bisnis ini sama dengan sebelumnya, memanfaatkan kekuatan digital untuk membuat proses bisnis lebih efisien dan efektif. Model bisnis ini mendapatkan keuntungan dari penjualan produk yang dibuat. Manufacturer dapat menjual produk langsung ke konsumen maupun ke jaringan distributor yang dimiliki.
6 Affiliate
Model bisnis ini menawarkan produk yang dimiliki oleh perusahaan lain, dengan keuntungan berupa persentase keuntungan jika terjadi penjualan. Model bisnis ini tidak membayar komisi apapun jika tidak ada penjualan atau aksi konversi apapun yang terjadi.
7 Community
Model bisnis ini mengandalkan komunitas yang Cara perusahaan mendapatkan keuntungan dari model bisnis community bisa dengan biaya langganan, jasa iklan, berjualan langsung, ataupun lainnya.
8 Subscription
Model bisnis ini membebankan biaya tertentu kepada konsumen sebagai ganti untuk menggunakan layanan yang ditawarkan. Semakin banyak pengguna yang dimiliki maka semakin besar penghasilan yang didapatkan. Contoh perusahaan yang menjalankan model bisnis ini adalah Netflix, Spotify, dan lainnya.
9 Utility/On-demand
Model bisnis ini membebankan biaya sesuai layanan yang digunakan. Kita banyak melihat model bisnis ini semakin efektif dengan banyaknya tawaran layanan yang ditawarkan. Contoh perusahaan yang menjalankan model bisnis ini adalah Gojek dan Grab.
Sumber :
Devie Puspitasari, Dasar dasar Pemasaran, Kementerian Pendidikan,Kebudayaan Riset dan Teknologi Jakarta, 2021

Jenis digital marketing

Pemasaran digital adalah pemasaran produk atau layanan dengan menggunakan teknologi digital melalui internet, media sosial, telepon seluler, atau media digital lainnya.
Secara umum dikenal ada dua jenis digital marketing, yaitu:
a. Push digital marketing
Jenis digital marketing yang satu ini mengacu pada berbagai upaya mempromosikan produk atau jasa tanpa persetujuan awal dari calon konsumen.
b. Pull digital marketing
Tidak seperti jenis push digital marketing dimana calon konsumen berada pada sisi pasif atau hanya sebagai penerima, jenis pull digital marketing mengacu pada keaktifan calon konsumen dalam mencari informasi mengenai produk atau jasa yang mereka butuhkan.
Sumber :
Devie Puspitasari, Dasar dasar Pemasaran, Kementerian Pendidikan,Kebudayaan Riset dan Teknologi Jakarta, 2021

Perkembangan Pemasaran

Pemasaran barang atau jasa yang begitu pesat sekarang ini tentu tidaklah langsung terjadi, haruslah ada proses ataupun perjalanan yang sangat panjang. Proses perjalanan dari perkembangan pemasaran ini juga dapat kita sebut sebagai sejarah pemasaran.
Sejarah perkembangan pemasaran dicerminkan oleh sejarah perkembangan perekonomian pada umumnya, karena pemasaran merupakan bagian dari perekonomian dan ini berarti perkembangan pemasaran sekaligus juga menggambarkan perkembangan kondisi perekonomian. Menurut Philip Kotler ada delapan tahap perkembangan perekonomian yang juga menggambarkan perkembangan pemasasaran.
Adapun kedelapan tahap yang dimaksud adalah :
1. Tahap Ekonomi Swadaya atau Sendiri
2. Tahap Ekonomi Famili
3. Tahap Barter Sederhana
4. Tahap Pasar Lokal
5. Tahap Ekonomi Uang
6. Tahap Kapitaslisme Muda
7. Tahap Poduksi Massa
8. Tahap Ekonomi Makmur
Sumber :
Devie Puspitasari, Dasar dasar Pemasaran, Kementerian Pendidikan,Kebudayaan Riset dan Teknologi Jakarta, 2021

Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran adalah suatu falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsep merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan,

Ada beberapa dasar konsep pemasaran yang perlu diketahui antara lain: Kebutuhan (Needs), Keinginan (Wants), Permintaan (Demands), Produk, Nilai Budaya dan Kepuasan, Pertukaran Transaksi dan Hubungan, Pasar

1 Kebutuhan ( Needs )

Kebutuhan merupakan bawaan dasar biologis setiap insan dan tidak bisa direkayasa oleh pemasar, bersifat internal.

2 Keinginan ( Wants )

Keinginan merupakan hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan yang lebih mendalam.

3 Permintaan ( Demands )

Permintaan merupakan keinginan akan suatu produk spesifik yang didukung kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.

4 Produk

a. Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan guna memuaskan kebutuhan dan keinginan.

b. Jasa adalah setiap kegiatan yang ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak terlihat wujudnya dan tidak mengakibatkan seseorang memiliki sesuatu.

5 Nilai, Budaya, dan Kepuasan

Konsep dasar yang berlaku di sini adalah nilai pelanggan atau customer value.

6 Pertukaran, Transaksi, dan Hubungan

Pertukaran merupakan cara untuk memperoleh sesuatu baik itu produk maupun jasa yang diingingkan dari seseorang atau lembaga

7 Pasar

Ada 5 tingkat pengertian pasar yaitu:

a  Pasar Potensial ( Potential Marketing )

Pasar ini terdiri dari kumpulan konsumen yang mempunyai tingkat minat tertentu terhadap suatu penawaran pasar.

b Pasar yang Tersedia (Available Market)

Pada pasar ini terdapat kumpulan konsumen yang mempunyai minat, penghasilan, akses terhadap suatu penawaran pasar.

c Pasar Tersedia yang Memenuhi Syarat ( Qualified Available Market )

Pada pasar ini terdapat kumpulan konsumen yang mempunyai minat, penghasilan, akses dan kualifikasi untuk penawaran pasar tertentu.

d Pasar yang Dilayani ( Served Market atau Target Market )

Pasar ini merupakan bagian dari Qualified Available Market yang akan diakses perusahaan.

e Pasar Penetrasi ( Penetration Market ). Ini adalah pasar yang terakhir, di mana terdapat sekumpulan konsumen yang benar-benar telah membeli baik itu produk maupun jasa

Sumber :
Devie Puspitasari, Dasar dasar Pemasaran, Kementerian Pendidikan,Kebudayaan Riset dan Teknologi Jakarta, 2021